Iklan Forum Bokep | Forum Dewasa Agen Judi Bola Online Terpercaya

cyber303.com Cara Daftar Poker

Iklan Iklan Iklan

Cerita Dewasa Aku dan Petani

Discussion in 'Cerita Dewasa' started by mlebumetu, Dec 5, 2017.

  1. mlebumetu

    mlebumetu Active Member

    [​IMG]

    Cerita Dewasa Aku dan Petani – Riri, Intan, Monica, dan Lina adalah 4 gadis yang menjadi bunga kampus, diidam-idamkan banyak lelaki di kampusnya. Setiap mereka berempat lewat, lelaki yang dilalui mereka akan diam terpaku dan menghentikan segala aktivitasnya hanya untuk memandangi mereka berempat berlalu. Bisa dibilang, mereka berempat memang tipe cewek yang suka menggoda lelaki. Setiap ada cowok yang menggoda mereka baik siul-siul, panggil-panggil, atau caper, pasti salah satu dari mereka akan menengok dan tersenyum manis. Mereka sukaAku dan Petani

    sekali dengan cowok yang sok-sok menggoda, tapi kalau ditanggapi langsung salah tingkah. Mereka pun tak pernah menolak jika diajak kenalan sehingga tak heran kalau mereka berempat punya banyak teman lelaki di kampus.

    “Mon, kemana nih yang enak liburannya?”. “mana ya? pantai?”. “bosen ah..”. “puncak?”. “ogaah…bosen parah..”. “hmm…”. “terus kemana dong?”. “hmm…”. “ke Bali?”. “hmm…gimana kalo liburan ini kita nyobain kerja-kerja kasar gitu?”. “kerja kasar? maksud lo?”. “yaa jadi buruh kek, petani kek, apa kek gitu, gimana?”, usul Intan. “ah gila lo, apa enaknya liburan kayak gitu?”. “yee justru itu…biar liburan kita beda gitu…bosen kan lo dugem, ketemu cowok-cowok ganteng n’ kaya yang suka banggain diri sendiri?”, jelas Intan yang memang agak beda dengan 3 temannya yang glamour meski dia juga tak kalah kaya dengan 3 temannya, tapi tetap saja, Intan sama ‘gila’nya dengan ketiga temannya. “mm…bener juga, gue juga dari dulu pengen ngerasain jadi peternak gitu deh..”. “okelah, tapi emangnya ada tempat yang kayak gitu?”. “dodol lo ah…kita cari profesi beneran aja..”. “hmm..gimana..sekalian aja taruhan..yang paling lama tahan, menang n’ dapet duit 5 juta, gimana?”. “bener yaa? siip deh..”. “tapi mesti ada bukti foto n’ video ya..”, ujar Riri. “oke kalo gitu..DEAL !!”. Hari pertama liburan, Lina bingung dengan tantangan teman-temannya. Dia mau mencoba jadi apa, tak pernah terbayang olehnya, melakukan pekerjaan kasar. Tapi, setelah dipikir-pikir, Lina juga penasaran tentang sisi berlawanan dari kehidupannya. Sisi kehidupan yang harus bekerja keras hanya untuk menyambung kehidupan satu hari saja. Saat sedang menggonta-ganti chanel tv, Lina menonton acara tentang para petani yang sedang menggarap sawah. “hmm…apa gue coba jadi petani ya?”. “tapi ntar kulit gue jadi item..”. Entah kenapa, pertimbangan-pertimbangan tadi seperti sirna di pikiran Lina. Sekarang, hanya ada perasaan semangat dan tak sabar. Lina sendiri tak mengerti, kenapa dia begitu ingin merasakan jadi petani, mungkin karena dia ingin sekali mendapatkan pengalaman baru. “hmm…gue tinggal ma Abah Dirman aja kali yaa?”. Lina teringat dengan orang yang dipercaya ayah Lina untuk mengurusi sawah keluarga Lina yang ada di kampung halamannya. Bagi Lina, Dirman sudah seperti keluarga sendiri. Dari kecil, Lina selalu diawasi Dirman jika main di sawah. Kalau dipikir-pikir, sudah lama ia tak bertemu Dirman. Sekalian maen aja ah, pikir Lina. Keesokan harinya, Lina pun mengemudikan mobilnya ke desa dimana ia menghabiskan waktu kecilnya. Saat Lina sudah dekat dengan rumah masa kecilnya, dia melihat seorang pria tua keluar dari rumahnya dengan memakai caping. Pria tua itu berhenti, mengamati mobil sedan berwarna silver itu. Tak lama kemudian, Lina keluar dari mobil dan berjalan ke arah pria tua itu. Keduanya saling mengamati satu sama lain. Wajahnya familiar, tapi tak kenal, pikir keduanya.

    Sumber
     

Share This Page