Texaspoker
Wigobet
Bandar Taruhan Online Terbesar
Iklan Forum Bokep | Forum Dewasa Agen Judi Bola Online Terpercaya

Afapoker Rgobet

cyber303.com Iklan

Iklan Iklan Iklan

Cerita Panas Dapat Memek Saat Mencukur Jembut

Discussion in 'Cerita Dewasa' started by mayaak, Oct 11, 2018 at 9:27 AM.

  1. mayaak

    mayaak Active Member

    [​IMG]

    Cerita Panas Dapat Memek Saat Mencukur Jembut – Untuk membentuk agar bulu kemaluanku tumbuh dengan rapih, suatu hari timbul niat isengku untuk mencukur total. Kusiapkan alat-alat dahulu sebelum kumulai aksinya. Mulai dari gunting, kaca cermin, lampu duduk, dan koran bekas untuk alas agar bekas cukuran tidak berantakan kemana-mana. Kupasang cermin seukuran buku tulis tepat di depan kemaluanku untuk melihat bagian bawah yang tidak terlihat secara langsung. Tidak lupa pula kunyalakan lampu duduk di antara selangkanganku. Kumulai pelan-pelan, kugerakkan pisau cukur dari atas ke bawah.

    Baru mulai aku menggoreskan pisau cukur itu, aku dengar suara langkah masuk ke kamarku, segera aku lihat bayangan di kaca buffet, tidak jelas benar, tapi aku bisa menebaknya bahwa dia adalah si Eni, kemenakan dari ibu kost.

    Aku bingung juga, mau membereskan perangkat ini terlalu repot, tidak sempat. Memang aku melakukan kesalahan fatal, aku lupa mengunci pintu depan ketika kumulai kegiatan ini. Akhirnya dalam hitungan detik muncul juga wajah si Eni ke dalam kamarku. Dalam waktu yang singkat itu, aku sempat meraih celana dalamku untuk menutupi kemaluanku. Sambil meringis berbasa-basi sekenanya.
    “He… he… ada apa En..?” sapaku gelagapan.
    “Eh, Mas Adi lagi ngapain..?” kata Eni yang nampaknya juga sedang menyembunyikan kegugupannya.

    Si Eni memang akrab dengan saya, dia sering minta bimbingan dalam hal pelajaran di sekolahnya. Khususnya pada mata pelajaran matematika yang memang menjadi kegemaranku. Eni sendiri masih sekolah di SMU. Berkata jorok memang sering kami saling lakukan tetapi hanya sebatas bicara saja. Apalagi Eni juga menanggapinya, dengan perkataan yang tidak kalah joroknya. Tapi hanya sebatas itulah.

    Kembali pada adegan tadi, dimana aku tengah kehabisan akal menanggapi kehadirannya yang memergokiku sedang mencukur bulu kemaluan. Akhirnya kubuka juga kekakuan ini.
    “Enggak apa-apa En, biasa… kegiatan rutin.”
    “Apaan sih..?”
    “Eni sudah berusia 17 tahun belum..?”
    “Emangnya kenapa kalau udah..?” kata Eni masih berdiri dengan canggung sambil terus menatapku dengan serius.
    “Gini En, aku khan lagi nyukur ini nih, aku minta tolong kamu bantuin aku. Soalnya di bagian ini susah nyukur sendiri…” kataku sambil kuulurkan pisau cukur padanya.
    “Mas Adi, ih..!” tapi ia terima juga pisau cukurnya, sambil duduk di dekatku.
    Aku angkat celana yang tadi hanya kututupkan di atas kemaluanku.

    “Eni tutup dulu pintunya yach Mas..?”
    Dia menutup pintu depan dan pintu kamar. Sebenarnya masih ada pintu belakang yang langsung menuju ke dapur rumah induk. Namun pada jam segini aku yakin bahwa tidak ada orang di dalam. Selesai Eni menutup pintu, dia agak kaget melihat kemaluanku terbuka, sambil menutup mulutnya ia meminta agar aku menutupnya.
    “Tutup itunya dong..!” katanya dengan manja.
    Aku katupkan kedua pahaku, batang kemaluanku aku selipkan di antaranya, sehingga tidak terlihat dari atas, sedangkan bulunya terlihat dengan jelas.
    “Nah begini khan nggak terlihat…” kataku, dan Eni nampaknya setuju juga.

    Videonya

    Film Bokep

    Sumber
     

Share This Page