Judi Poker Domino 99 Online
Agen Poker Domino QQ Online
Agen Poker Domino QQ Online
Agen Judi BandarQ Bandar Poker Domino Online Indonesia | 23-05-2016
Agen Togel Nasional Online
Judi Poker Domino 99 Online
Bandar Poker BandarQ Online ituPoker | 19-4-2016
Forum Bokep | Forum Dewasa Iklan

Iklan Iklan Iklan

Cerita Panas Ngentot Memek Tante Girang Yang Sempit Dan Nikmat

Discussion in 'Cerita Dewasa' started by mayaak, Dec 17, 2019.

Tags:
  1. mayaak

    mayaak Active Member

    [​IMG]

    Cerita Panas Ngentot Memek Tante Girang Yang Sempit Dan Nikmat – Aku bisa menilai, Debbie adalah sosok yang hot dalam bercinta. Dengan ciri-ciri 170/65, berdada sintal, berpinggul sexy dan kelihatan sekali dia adalah seorang wanita yang suka sekali senam sehingga badannya terasa padat berisi. Itu semua aku ketahui setelah dia kirim aku foto dan aku tahu kalau dia penganut sex bebas juga dengan para karyawan-karyawan yang ada di surabaya, itupun aku ketahui setelah Debbie banyak cerita tentang kehiduapn sexnya.
    Singkat cerita, kita janjian untuk ketemuan, dengan catatan dia harus bawa teman karena menurut dia, tidak pernah ada acara copy darat sendirian. Dan gilanya lagi dia sudah booking hotel, saat acara ketemuan nanti. Itu karena supaya dia tidak ketahuan suaminya, dia pilih Hotel. Karena menurut Debbie, Hotel adalah tempat yang paling aman.
    Sesuai dengan hari yang sudah dibicarakan bersama, akhirnya aku bergegas meluncur menuju hotel yang dia booking. Setelah di depan hotel, aku berusaha menelpon dia untuk menanyakan di kamar nomor berapa.

    “Hallo Dandy, kamu ada dimana” tanya Debbie.
    “Aku sudah di depan lobby, Mbak Debbie di kamar no. Berapa?”aku berusaha mencari tahu.
    “Naik aja lift ke lantai 3, terus cari nomor 326,” suara Debbie dengan jelas.
    “Ok Mbak, aku segera naik,” jawabku.
    “Ok aku tunggu,” suara Debbie dengan ceria.
    Setelah aku tutup celluler ku, bergegas aku menuju kamar yang disebut oleh Debbie.
    “Tok-tok-tok” aku mengetuk pintu yag betuliskan nomor 326.
    Setelah pintu terbuka, aku sedikit terpana dengan tubuh Debbie yang tinggi semampai.
    ” Dandy ngapain bengong, masuk dong,” sambil menggapai lenganku.
    Sesampai di dalam kamar, ternyata benar Debbie bersama dengan temannya, sesuai dengan janji dia.
    “Dandy” aku ulurkan tanganku.
    “Dandy, ini temenku Lucy” Debbie mengenalkan temannya dan sambari begitu, si Lucy bangkit dari duduknya langsung menyalami aku.
    Keadaan berikutnya memang sedikit kaku karena aku juga kikuk, mengingat dalam kamar itu ada kami bertiga. Seandainya cuman berdua dengan Debbie aku lebih berani.
    “Dandy, kamu nggak seperti di foto deh, sepertinya kamu lebih berisi” Debbie membuka omongannya.
    “Jangan-jangan yang difoto bukan kamu” tuduh Debbie.
    “Tidak kok Mbak, itu memang foto Dandy,” aku coba membela diri.
    “Dy, kata Debbie kamu jago banget ya.. Ngesexnya?” tanya Lucy.
    Pertanyaan itu bagaikan menghantam dadaku. Deg! jantungku terasa berhenti sekian detik.
    “Mmm anu biasa kok Mbak,” jawabku gugup.
    “Nggak apa-apa kok Dan, santai aja Lucy sama kok seperti Debbie” hibur Debby.
    Pembicaraan semakin menjurus ke arah yang berbau sex, kedua wanita sebaya ini aku tafsir merupakan wanita-wanita yang doyan banget ngesex.
    Aku sempat memutar otak dengan keadaan ini dan bertanya dalam hati, suami mereka itu gimana kok ‘menelantarkan’ istri-istri sexy begini. Apalagi Lucy, sepertinya membiarkan mataku melihat bongkahan paha mulus di balik rok mininya. Sesekali dia merubah posisi duduknya tanpa harus riskan dengan aku yang duduk di depannya. Disaat aku melamun tentang khayalan aku, tiba-tiba Debbie sudah berada di pangkuan aku, jantungku berdetak semakin kencang.
    “Dy, buktikan omongan kamu di chatting selama ini,” pinta Debbie sambil menempelkan dadanya ke muka wajahku. Aroma parfumnya yang begitu membangkitkan gairahku mengusik adik kecilku yang menghentak-hentak dinding CD-ku.
    “Mbak” belum sempat aku selesaikan jawaban itu, bibir Debbie yang tipis segera melumat bibirku. Aku sedikit gugup menerima serangang yang mendadak ini. Tetapi aku berusaha mengontrol keadaan aku. Disaat bibir Debbie sedang asyik menikmati bbibirku, tanganku yang nakal mulai mengelus punggung wanita paruh baya tersebut.
    Dengan kemahiran gigiku, aku melepas kancing blus belahan rendah yang ada pada dada Debbie. Sampai akhirnya 4 kancing atas blus Debbie terbuka, dan mulailah aku bisa mengusasi keadaan. Dengan belaian yang halus dan penuh perasaan, jari-jemariku mulai membuka pengait kancing BH Debbie.

    Dengan sedikit sentuhan, ‘tess’ BH Debbie yang berwarna hitam terbuka. Dan muncullah 2 bukit yang masih kencang didepan mukaku lengkap dengan sepasang puntingnya yang memerah. Aku bisa membaca apa yang sedang terjadi pada diri Debbie, dengan jilatan maut lidahku membuatnya merintih, “Ughh, geli sayang”
    Jilatan lidahku yang mendarat di puting Debbie, membuat wanita itu menggeliat tidak beraturan. Karena Debbie masih menggunakan baju kantor (baca: rok mini). Tanganku semakin berani untuk mengelus pahanya yang putih mulus.

    Videonya

    Film Bokep

    Sumber
     

Share This Page