Iklan Forum Bokep | Forum Dewasa Agen Judi Bola Online Terpercaya

cyber303.com Cara Daftar Poker

Iklan Iklan Iklan

Cerita Sex Dian Sarjana Cantik Mulus

Discussion in 'Cerita Dewasa' started by mlebumetu, Dec 6, 2017 at 7:49 AM.

Tags:
  1. mlebumetu

    mlebumetu Active Member

    [​IMG]

    Cerita Sex Dian Sarjana Cantik Mulus – Lulusan ESP sebuah universitas negeri terkemukadi Palembang. Tubuhnya langsing dan padat. Rambutnya pendek ala Demi Moore. Ia sangat gemar memakai pakaian ketat dan jins ketat. Banyak teman laki-lakinya yang berhasrat menggagahinya. Salah satunya adalah Romi. Dian memang cukup supel dalam bergaul dan sedikit genit. Suatu malam Dian minta Romi mengantarnya ke suatu acara. Dan Romi tahu inilah kesempatan terbaiknya. Ia telah mempersiapkan segalanya, termasuk obat perangsang yang sangat kuat, dan sebuah tustel. Maka malam itu sepulang dariacara sekitar jam 9 malam, Romi sengaja mengambil jalanmemutar lewat pinggiran kotayang sepi. Dian terkejut merasakan sesuatu terjadi dalam tubuhnya. Ia merasa terangsang, sangat terangsang. Dian tak tahu Romi sudah mencampur minumannya dengan obat perangsang dosis tinggi. Lelaki itu tersenyum melihat Dian gelisah. Tiba-tiba Romi menghentikan mobilnya ditepi jalan yang sepi. “Dian, kau mau ini??” Romi tiba-tiba menurunkan retsletingnya, mengeluarkan penisnya yang talah mengeras dan membesar. Dian menatapnya terkejut, tubuhnya lemas tak berdaya,
    “J.. Jaangan. Romi. Aku.. Harus balik.” Romi menarik kepala Dian, menundukkan gadis itu, menghadapkannya pada penisnya. Diantak bisa menguasai dirinya, langsung membuka mulutnya dan segera saja Romi mendorong masuk penisnya ke dalam mulut Dian. “Akhh..” Romi mengerang nikmat. Dian menangis tak berdaya menahan gejolak nafsunya. Romi mulai menggerakkan kepala Dian naik turun, mengocok penisnya dengan mulutnya. Suara berdecak-decak liur Dian terdengar jelas. Tiba-tiba Romi menjambak rambut Dian hingga Dian tersandar kembali ke jok. “Sudah..! Romi!! Sudah..!” Dian menangis sesenggukan, terengah-engah. Tubuhnya lemas. Romi dengan cepat menarik kaos ketat Dian hingga lepas. DadaDian yang kencang menculat keluar. Kemudian ia menurunkan retsleting jins Dian dengan tak sabar, memelorotkannya hingga lepas. Tubuh Dian yang langsing dan sintal itu kini hanya dibalut bra dan celana dalam katun hitamnya.
    Membuat Romi semakin bernafsu. “Oii Dian, kau ni seksi nian. Aku ingin nelanjangi kau..” Romi menarik Dian dan melentangkannya di jok belakang kijang itu. Dian hanya mampu manangissambil terengah engah. Romi menarik celana dalam Dian dengan cepat, kemudian menarik putus branya. Dian telanjang bulat. Kemudian Romi mengambil sebuah tusteldan memfoto Dian beberapa kali. Romi membukai pakaiannya sendiri dengan bernafsu. Dian terus menangis tak berdaya melihat kemaluan Romi yang besar dan panjang. Romi mulai mengangkangkan kaki gadis itu kemudian menindihi Dian dengan bernafsu. Payudara Dian yang kejal dan kencang disedot sedotnya hingga tubuh Dian menggeliat geliat tak menentu. “Ahh.. R.. Romi.. S.. Sudahh.. Jangan..” Melihat Dian menggeliat-geliat, menangis tak berdaya antara menikmati dan ingin berontak membuat Romi semakin bernafsu. Sementaramulutnya sibuk mengulum mulut Dian, Romi mengarahkan batang penisnya ke bibir vagina Dian. Dian hampir menjerit ketika tiba-tiba Romi menekan pinggulnya keras, batang penisnya yangpanjang dan besar masuk dengan paksa ke dalam tubuh Dian. Romi mulai menggenjot gadis itu. Kedua tangan Dian ditekannya di atas kepala Dian di atas jok, sementara ia mengayun, menyetubuhi Dian dengan kasar dan bersemangat. “Ohhs.. Shh. Oh. Dian. Luar biasa.. Ssh..” Romi mendesis desis nikmat. Dian hanya bisa menangis takberdaya, tubuhnya terguncang-guncang kasar, kijang itu terasa ikut berderit-derit bergerak mengikuti gerakan mereka berdua. Tiba-tiba Dian merasakan seluruh tubuhnyamengejang dalam kenikmatan.Dian mengerang dan menjerit keras, kemudian lemas. Ia orgasme. Sementara Romi tidak peduli terus menggenjotDian dengan bernafsu. Batang penisnya basah kuyupoleh cairan vagina Dian yang mengalir deras. Romi berhenti bergerak kemudian membalik Dian, menengkurapkankannya. “Sss.. Sudah Romi. Sss sudah.. Jangan.” Dian hanya bisa memohon dan menangis pasrah. Romi tidak peduli, ia mulai membukai lubang anus Dian dengan jari-j arinya.

    Sumber
     

Share This Page