Iklan Forum Bokep | Forum Dewasa Iklan

Iklan Iklan Iklan

Cerita Sex Sari Teman Kost Berkulit Putih Serta Bertetek Besar

Discussion in 'Cerita Dewasa' started by mayaak, May 11, 2019.

Tags:
  1. mayaak

    mayaak Active Member

    [​IMG]

    Cerita Sex Sari Teman Kost Berkulit Putih Serta Bertetek Besar – Walaupun bulan ini penuh dengan kesibukanku, saya diantaranya orang yang amat sulit buat bisa mengendalikan keinginan seks atas perempuan. pembelajaran ini kualami sebagian hari sebelum bulan-bulan sibukku yang lantas di tempat kost. Di tempat kost kami berlima serta cuma adanya satusatunya cewek di kost ini, namanya Sari. saya terkejut ibu kost mendapat anak wanita di kost ini. Oh, rupanya Sari bekerja di dekat kost sini.

    Sari cukup cantik serta kelihatan telah matang dengan usianya yang relatif amat muda, tingginya kira-kira 160 cm. Yang membuatku bergelora ialah badannya yang putih serta kedua buah dadanya yang cukup besar. Ahh, kapan saya dapat mendapatkannya, pikirku. Menikmati tubuhnya, menancapkan penisku ke vaginanya serta menikmati gelora kegadisannya.

    Umurku telah 35 tahun. Belum menikah tetapi telah memiliki pacar yang jauh di luar kota. Soal kaitan seks, saya baru pernah dua kali melaksanakannya dengan perempuan. Pertama dengan Mbak Anik, teman sekantorku serta dengan Esther. Dengan pacarku, saya belum pernah melaksanakannya. Swear!. Beneran.

    Kami berlima di kost ini kamarnya terpisah dari rumah induk ibu kost, sehingga saya bisa menikmati gerak-gerik Sari dari kamarku yang cuma berjarak tak sampai 10 meter. Yang gila serta memuncak ialah saya senantiasa melaksanakan masturbasi minimal dua hari sekali. saya paling suka melaksanakannya di tempat terbuka. terkadang bersetara dengan lari pagi, saya menelusuri tempat buat melampiaskan imajinasi seksku.

    Sambil memanggil nama Sari, crot crot crot,. muncratlah spermaku, nikmat serta lega meski masih memiliki mimpi serta keinginan menikmati badan Sari. saya juga suka melaksanakan masturbasi di rumah, di luar kamar di tengah malam atau pagi-pagi sekali sebelum semuanya bangun. saya keluar kamar serta di bawah terang lampu neon atau terang bulan, kutelanjangi diriku serta mengocok penisku, menyebut-nyebut nama Sari sebagai imajinasi senggamaku. Bahkan, saya pernah melaksanakan masturbasi di depan kamar Sari, kumuntahkan spermaku menetesi pintu kamarnya. Lega rasanya sehabis melaksanakan itu.

    Sari kuamati jelas jelas terlihat layaknya agak binal. Suka pulang agak malam diantar cowok yang cukup altletis, sepertinya pacarnya. Bahkan sebagian kali kulihat suka pulang pagi-pagi, serta itu ialah pengamatanku sampai kejadian yang menimpaku sebagian hari sebelum bulan itu
    Seperti biasanya, saya melaksanakan masturbasi di luar kamarku. Hari telah larut hampir pukul satu prematur hari. saya melepas kaos serta celana pendek, lantas celana dalamku. saya telanjang dengan Tangan kiri memegang tiang serta tangan kanan mengocok penisku bersetara dengan kusebut nama Sari. tetapi seketika saya terhenti mengocok penisku, pasal jelas jelas Sari entah seketika tengah malam itu baru pulang.

    Dia memandangiku dari kejauhan, menatap diriku telanjang serta tak dengan cepat-cepat membuka kamarnya. Sepertinya kutangkap dia tak grogi melihatku, tak juga kutangkap keterkejutannya melihatku. saya yang terkejut.

    Setelah dia masuk kamar, dengan cuek kulanjutkan masturbasiku serta tetap menyebut nama Sari. Yang kurasakan ialah seolah saya menikmati tubuhnya, bersenggama dengannya, sedangkan saya tak tahu apakah yang dipikirkannya tentangku di kamarnya. Malam itu saya tidur dengan membawa kekalutan serta keinginan yang lebih dalam.

    Paginya, ketika saya bangun, sempat kusapa dia “Met pagi”. kataku bersetara dengan mataku mencoba menangkap arti lain di matanya. Kami cuma bertatapan.

    Ketika makan pagi sebelum berangkat kantor juga begitu “Kok semalam sampai larut sih?”. tanyaku “Kok tidak juga diantar layaknya biasanya?”. tanyaku lagi sebelum dia menjawab “Iya Mas, saya lembur di kantor, temenku sampai pintu gerbang saja semalam”. jawabnya bersetara dengan tetap menunduk serta makan pagi “Semalam nggak heran ya melihatku?”. saya mencoba menyelidiki Wajahnya memerah serta tersenyum. Wahh,. serasa jantungku copot menatap serta menikmati senyum Sari pagi ini yang lain hal. saya rasanya bisa tanda-tanda nih, sombongnya hatiku.

    Rumah kost kami jelas jelas tertutup oleh pagar tinggi tetangga sekeliling. Kamarku Berposisi di pojok dekat gudang, lantas di samping gudang adanya halaman kecil kira-kira 30 meter persegi, tempat terbuka serta tempat buat menjemur pakaian. Tanah ibu kostku in cukup luas, kira-kira hampir 50 X 100 m. adanya banyak pohon di samping rumah, di samping belakang juga. Di depan kamarku adanya pohon mangga besar yang cukup rindang.

    Videonya

    Film Bokep

    Sumber
     

Share This Page